Pada kehidupan masyarakat sekarang ini menunjukkan kehidupan
berperilaku modernisasi. Disini saya akan mengambil definisi “modernisasi yaitu
suatu proses transformasi dari suatu perubahan ke arah yang lebih maju atau
meningkat dalam berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat untuk meningkatkan
kesejahteraan hidup masyarakat”. Terlebih saya yang tinggal diwilayah perkotaan khususnya
kota Medan.
Kebiasaan masyarakat modern adalah mencari hal-hal yang
mudah. Sehingga muncul perilaku-perilaku yang kotor dalam mewujudkannya.
Contohnya saja adalah adanya KKN atau Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme itu
sendiri. Masyarakat kota Medan berusaha menjalani proses modernisasi, berarti
ia hanya berkemauan untuk berusaha
menyesuaikan diri dengan kehidupan dunia padaa zaman sekarang ini.
Perilaku masyarakat kota Medan dapat dilihat ke
modernisasiannya dari berbagai aspek. Pertama, aspek mental manusianya yaitu
berfikir secara rasional atau logis
yaitu menghargai hasil karya orang lain, menghargai waktu, menghargai
mutu, berfikir dengan kreatif, efisien, percaya diri, disiplin, jujur,
bertanggung jawab dan memiliki keterbukaan terhadap pandangan, gagasan dan ide
orang lain. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadpa hal-hal ghaib mulai
berkurang dan timbul kembali setelah kehabisan rasionalitasnya.
Kedua, aspek teknologi yang sangat menunjang kehidupan ke arah
modernisasi. Dengan adanya teknologi tersebut maka masyarakat kota Medan lebih
mudah mencapai tujuannya. Dengan adanya mobil, televisi, radio, computer adalah
salah satu dari kemajuan teknologi. Dan perkembangan ilmu pengetahuanlah yang
memdukung teknologi tersebut. Sehingga teknologi adalah sebagai sarana dalam
meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
Ketiga, aspek pranata sosial yaitu dalam pranata agama
berkembangnya sekulerisasi yang membuat agama kurang tampak dalam kehidupan sehari-hari,
pranata ekonomi yang bertumpu di bidang industri dengan adanya home industry
dan pembagian kerja yang berdasarkan usia produktif.
Perilaku masyarakat bergotong royong jarang tampak dalam
kehidupan masyarakat karena masyarakat sekarang hanya ingin hal-hal yang mudah.
Dengan membayar orang-orang untuk bekerja maka masyarakat tidak perlu
mengeluarkan tenaga lagi. Terkadang memang tampak gotong royong namun itu
terjadi ketika menjelang bulan Ramadhan saja masyarakat berbondong-bondong
mengerjakan gotong royong.
Adanya produksi pasar juga sangat membantu perekonomian
masyarakat kota Medan. Namun dengan perkembangan Mall dan supermarket yang
berdiri di dekat pasar membuat perekonomian pasar menjadi semakin lemah.
Apalagi mengingat tingkat komsumsi masyarakat yang tinggi terhadap barang
impor. Perkembangan bisnis supermarket yang semakin luas yaitu adanya setiap
supermarket dalam jarak 100 m.
Dalam kehidupan keluarga juga kota Medan semakin berkurang.
Ini ditandai dengan semakin longgarnya hubungan kekeluargaan itu sendiri.
Karena semakin individualnya masyarakat sekarang. Biasanya hubungan orang tua dan anaknya
sangatlah kental tapi ketika orang tua sedang kesusahan ia tidak menganggap
bahwa itu orang tuanya malah menganggap ia itu orang lain dan ia tidak mau
menolongnya. Biasanya pun hubunngan kekerabatan antara masyarakat dan tetangga saling mengenal namun
sekarang kebanyakan masyarakat tidak mengetahui dan mengenal siapa tetangganya.
Hubungan antar
masyarakat pun biasanya dilakukan berdasarkan kepentingan-kepentingan pribadi
saja. Sehingga apabila masyarakat tidak memiliki kepentingan pribadi itu maka
ia tidak akan berhubungan satu sama lain. Ini sudah mulai terjadi di Kota
Medan.
Dunia pendidikan pun juga mewarnai masyarakat kota Medan
yaitu dengan berkembangnya pendidikan formal yaitu sekolah dari yang berstandar
biasa sampai yang berstandar internasional, adapun pendidikan non formal yaitu
dengan adanya kursus menjahit, kursus music, kursus computer dan lain-lainnya.
Di kota Medan khususnya pendidikan sudah sangat berkembang dilihat dari tingkat
pendidikan masyarakat yang rata-rata melanjutkan sekolah sampai tingkat SMA
bahkan Perguruan Tinggi. Berbeda denngan di pedesaan yang masih banyak
penduduknya mengalami buta aksara.
Kehidupan politik pastinya meramaikan kehidupan modern
masyarakat kota Medan. Karena adanya kesadaran masyarakat terhadap hak dan
kewajiban politik sebagai wujud dari demokratisasi masyarakat.
Hokum yang berlaku di masyarakat adalah hokum tertulis.
Sehingga semua orang yang melanggar hokum dapat diadili berdasarkan
Undang-Undang yang berlaku. Namun, kebiasaan yang berlaku di masyarakat yang
telah menjadi hukum masih sering di laksanakan di masyarakat. Itu dikarenakan
masyarakan masih menghormati adat istiadatnya.
Sikap masyarakat yang semakin terbuka terhadap pengaruh dari
luar membuat masyarakat haruslah mengantisipasinya agar nilai kebudayaan
masyarakat Indonesia tidaklah hilang. Ini membuat bangsa Indonesia haruslah
semakin teliti. Karena kita tidak boleh terlalu berperilaku seperti orang-orang
barat. Sehingga kita haruslah menyaring terlebih dahulu terhadap budaya yang
masuk ke dalam masyarakat.