Rabu, 03 Desember 2014

Analisis dan Deskripsi Perilaku dan Etika di Kota Medan



Pada kehidupan masyarakat sekarang ini menunjukkan kehidupan berperilaku modernisasi. Disini saya akan mengambil definisi “modernisasi yaitu suatu proses transformasi dari suatu perubahan ke arah yang lebih maju atau meningkat dalam berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat”. Terlebih saya yang tinggal diwilayah perkotaan khususnya kota Medan.
Kebiasaan masyarakat modern adalah mencari hal-hal yang mudah. Sehingga muncul perilaku-perilaku yang kotor dalam mewujudkannya. Contohnya saja adalah adanya KKN atau Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme itu sendiri. Masyarakat kota Medan berusaha menjalani proses modernisasi, berarti ia  hanya berkemauan untuk berusaha menyesuaikan diri dengan kehidupan dunia padaa zaman sekarang ini.
Perilaku masyarakat kota Medan dapat dilihat ke modernisasiannya dari berbagai aspek. Pertama, aspek mental manusianya yaitu berfikir secara rasional atau logis  yaitu menghargai hasil karya orang lain, menghargai waktu, menghargai mutu, berfikir dengan kreatif, efisien, percaya diri, disiplin, jujur, bertanggung jawab dan memiliki keterbukaan terhadap pandangan, gagasan dan ide orang lain. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadpa hal-hal ghaib mulai berkurang dan timbul kembali setelah kehabisan rasionalitasnya.
Kedua, aspek teknologi yang sangat menunjang kehidupan ke arah modernisasi. Dengan adanya teknologi tersebut maka masyarakat kota Medan lebih mudah mencapai tujuannya. Dengan adanya mobil, televisi, radio, computer adalah salah satu dari kemajuan teknologi. Dan perkembangan ilmu pengetahuanlah yang memdukung teknologi tersebut. Sehingga teknologi adalah sebagai sarana dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
Ketiga, aspek pranata sosial yaitu dalam pranata agama berkembangnya sekulerisasi yang membuat agama kurang tampak dalam kehidupan sehari-hari, pranata ekonomi yang bertumpu di bidang industri dengan adanya home industry dan pembagian kerja yang berdasarkan usia produktif.
Perilaku masyarakat bergotong royong jarang tampak dalam kehidupan masyarakat karena masyarakat sekarang hanya ingin hal-hal yang mudah. Dengan membayar orang-orang untuk bekerja maka masyarakat tidak perlu mengeluarkan tenaga lagi. Terkadang memang tampak gotong royong namun itu terjadi ketika menjelang bulan Ramadhan saja masyarakat berbondong-bondong mengerjakan gotong royong.
Adanya produksi pasar juga sangat membantu perekonomian masyarakat kota Medan. Namun dengan perkembangan Mall dan supermarket yang berdiri di dekat pasar membuat perekonomian pasar menjadi semakin lemah. Apalagi mengingat tingkat komsumsi masyarakat yang tinggi terhadap barang impor. Perkembangan bisnis supermarket yang semakin luas yaitu adanya setiap supermarket dalam jarak 100 m.
Dalam kehidupan keluarga juga kota Medan semakin berkurang. Ini ditandai dengan semakin longgarnya hubungan kekeluargaan itu sendiri. Karena semakin individualnya masyarakat sekarang.  Biasanya hubungan orang tua dan anaknya sangatlah kental tapi ketika orang tua sedang kesusahan ia tidak menganggap bahwa itu orang tuanya malah menganggap ia itu orang lain dan ia tidak mau menolongnya. Biasanya pun hubunngan kekerabatan antara  masyarakat dan tetangga saling mengenal namun sekarang kebanyakan masyarakat tidak mengetahui dan mengenal siapa tetangganya.
Hubungan  antar masyarakat pun biasanya dilakukan berdasarkan kepentingan-kepentingan pribadi saja. Sehingga apabila masyarakat tidak memiliki kepentingan pribadi itu maka ia tidak akan berhubungan satu sama lain. Ini sudah mulai terjadi di Kota Medan.
Dunia pendidikan pun juga mewarnai masyarakat kota Medan yaitu dengan berkembangnya pendidikan formal yaitu sekolah dari yang berstandar biasa sampai yang berstandar internasional, adapun pendidikan non formal yaitu dengan adanya kursus menjahit, kursus music, kursus computer dan lain-lainnya. Di kota Medan khususnya pendidikan sudah sangat berkembang dilihat dari tingkat pendidikan masyarakat yang rata-rata melanjutkan sekolah sampai tingkat SMA bahkan Perguruan Tinggi. Berbeda denngan di pedesaan yang masih banyak penduduknya mengalami buta aksara.
Kehidupan politik pastinya meramaikan kehidupan modern masyarakat kota Medan. Karena adanya kesadaran masyarakat terhadap hak dan kewajiban politik sebagai wujud dari demokratisasi masyarakat.
Hokum yang berlaku di masyarakat adalah hokum tertulis. Sehingga semua orang yang melanggar hokum dapat diadili berdasarkan Undang-Undang yang berlaku. Namun, kebiasaan yang berlaku di masyarakat yang telah menjadi hukum masih sering di laksanakan di masyarakat. Itu dikarenakan masyarakan masih menghormati adat istiadatnya.
Sikap masyarakat yang semakin terbuka terhadap pengaruh dari luar membuat masyarakat haruslah mengantisipasinya agar nilai kebudayaan masyarakat Indonesia tidaklah hilang. Ini membuat bangsa Indonesia haruslah semakin teliti. Karena kita tidak boleh terlalu berperilaku seperti orang-orang barat. Sehingga kita haruslah menyaring terlebih dahulu terhadap budaya yang masuk ke dalam masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

B erikut ini soal-soal pilihan berganda dari materi PPKn pada Bab 4 mengenai Keberagaman Suku, Agama, Ras, Etnis dan Golongan yang ada di I...